7 Dampak Kebakaran Hutan Bagi Kesehatan Manusia, Perlu Diwaspadai

7 Dampak Kebakaran Hutan Bagi Kesehatan Manusia, Perlu Diwaspadai

BPBD KABUPATEN TEBO – Dahulu Indonesia sering disebut sebagai paru-paru dunia karena memiliki area hutan yang sangat luas. Hutan dianggap memiliki peran sentral sebagai penghasil oksigen bagi umat manusia. Sayangnya, kasus kebakaran hutan yang melanda Indonesia membuat area hutan di Indonesia makin menyempit. Hal ini tentu saja membawa kerugian yang fantastis untuk negara dan juga mengancam kesehatan masyarakat.

Secara garis besar kebakaran hutan disebabkan oleh dua faktor utama. Pertama faktor alami dan kedua faktor ulah manusia yang tidak terkontrol Faktor alami seperti pengaruh El-Nino, menyebabkan kemarau panjang hingga tanaman jadi sangat kering.

Hal ini menjadi bahan bakar potensial jika terkena percikan api yang berasal dari batu bara yang muncul di permukaan ataupun dari pembakaran lain yang tidak disengaja maupun disengaja.

Berikut ini ada 7 dampak kebakaran hutan bagi kesehatan manusia, perlu diwaspadai telah dirangkum merdekacom melalui berbagai sumber.1 dari 7 halaman

1. Menyebabkan Iritasi Mata dan Kulit

10 penyebab mata merah yang sering diabaikan

Dampak kebakaran hutan bagi kesehatan manusia yang pertama adalah dapat menyebabkan iritasi mata dan juga kulit.

Gangguan iritasi mata dan kulit dapat terjadi ketika terpapar langsung dengan asap. Asap kebakaran hutan, menimbulkan keluhan gatal, mata berair, peradangan dan infeksi berat.2 dari 7 halaman

2. Memperburuk Asma

Dampak kebakaran hutan lainnya adalah dapat memperburuk asma dan penyakit paru kronis lain, seperti bronkitis kronik, PPOK dan sebagainya.

Asap kebakaran hutan akan masuk terhirup ke dalam paru. Kemampuan kerja paru menjadi berkurang dan menyebabkan orang mudah lelah dan mengalami kesulitan bernapas.3 dari 7 halaman

3. Infeksi Paru dan Saluran Pernapasan

paru paru

Kabut asap yang berasal dari kebakaran hutan dapat menyebabkan iritasi lokal/setempat pada selaput lendir di hidung, mulut dan tenggorokan yang memang langsung kena asap kebakaran hutan, serta menyebabkan reaksi alergi, peradangan dan mungkin juga infeksi , mulai ISPA dan bila berat bisa sampai ke pneumonia.

Kemampuan paru dan saluran pernapasan mengatasi infeksi juga berkurang, sehingga menyebabkan lebih mudah terjadi infeksi. Infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) jadi lebih mudah terjadi, utamanya karena ketidakseimbangan daya tahan tubuh (host), pola bakteri/virus dan lain-lain penyebab penyakit (agent) dan buruknya lingkungan (environment).4 dari 7 halaman

4. Sumber Polutan Berbahaya

Bahan polutan di asap kebakaran hutan yang jatuh ke permukaan bumi juga mungkin dapat menjadi sumber polutan di sarana air bersih dan makanan yang tidak terlindungi.

Kalau kemudian air dan makanan terkontaminasi itu dikonsumsi masyarakat, maka bukan tidak mungkin terjadi gangguan saluran cerna dan penyakit lainnya.5 dari 7 halaman

5. Menurunkan Daya Tahan Tubuh

Secara umum maka berbagai penyakit kronik di berbagai organ tubuh (jantung, hati, ginjal) juga dapat saja memburuk. Hal ini antara lain terjadi karena dampak tidak langsung di mana kabut asap menurunkan daya tahan tubuh dan juga menimbulkan stress Ditegaskan sekali lagi bahwa mereka yang berusia lanjut dan anak-anak (juga mereka yang punya penyakit kronik) dengan daya tahan tubuh rendah akan lebih rentan untuk mendapat gangguan kesehatan.6 dari 7 halaman

6. Sakit Kepala, Mual dan Muntah

Bahaya Kebakaran Hutan dan Lahan

Dampak kebakaran hutan bagi kesehatan manusia berikutnya adalah dapat menyebabkan sakit kepala, mual dan muntah. Paparan karbon monoksida yang terhirup dari kebakaran hutan juga dapat menyebabkan seseorang menjadi sakit kepala.

Bahkan bersamaan dengan sakit kepala, keracunan karbon monoksida juga mengakibatkan mual dan muntah karena berkurangnya suplai oksigen di tubuh. Sakit kepala tipe migrain merupakan jenis yang paling berhubungan secara konsisten dari zat-zat kimia penyebab asap kebakaran hutan.7 dari 7 halaman

7. Batuk Reflek karena Teriritasi Lendir

Sebisa mungkin lebih baik masyarakat membatasi aktivitas di luar ruangan untuk menghindari paparan asap tingkat tinggi dari kebakaran hutan dan lahan. Jika tidak, paparan asap tersebut bisa menyebabkan seseorang menjadi batuk.

Hal ini karena selaput lendir di saluran pernapasan mengeluarkan lebih banyak lendir saat teriritasi. Peningkatan produksi lendir dan pengetatan otot-otot di jalan napas inilah mengakibatkan batuk refleks.

Sumber : Merdeka.Com

Sayangi Hutan dan Lahan di Kabupaten Tebo demi Masa Depan Cerah Anak dan Cucu Kita…

Kategori: KARHUTLA

0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *